Model Kompetensi dan Strategi Pengembangan Kapasitas Pengurus Kelompok Tani Binaan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat

Authors

  • Marudut BPP Butarbutar Sekolah Tinggi Manajemen PPM
  • Eva Hotnaidah Saragih Sekolah Tinggi Manajemen PPM

DOI:

https://doi.org/10.34149/jebmes.v5i2.190

Keywords:

Agricultural training, Capacity building, Digital innovation, Farmer groups, Leadership competency, Organizational management

Abstract

The Representative Office of Bank Indonesia (KPw BI) in West Nusa Tenggara Province plays a strategic role in supporting the development of vanilla farmer groups through empowerment programs. This study aims to develop an ideal competency model for the leaders of these farmer groups, design relevant development programs, and create applicable implementation guidelines. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing in-depth interviews, field observations, and document analysis for data collection. The theoretical framework is based on Spencer & Spencer’s competency theory and the concept of capacity building. The findings indicate that farmer group leaders must master five core competency dimensions: technical, managerial, social, financial, as well as digitalization and innovation. The development program focuses on training in organizational management, production efficiency, partnerships and marketing, and the use of digital technology. Program implementation must be well-planned, with clear objectives, defined responsibilities, and a systematic timeline. These findings provide a foundation for guiding institutions to formulate sustainable and adaptive strategies for agricultural human resource development in response to modern challenges.

References

Anggreani. (2023). Analisis pengaruh sektor pertanian terhadap PDRB sektor pertanian di Indonesia Tahun 2015–2021. Journal On Education, 6(1).

Ansari, H. (2023). Green public procurement dalam pembangunan berkelanjutan. Epigraf Komunikata Prima.

Bank Indonesia. (2023). Laporan ekonomi regional provinsi Nusa Tenggara Barat 2023. https://www.bi.go.id

Boyatzis, R.E. (1982). The competent manager: a model for effective performance. Wiley.

FAO. (2022). Digital services portfolio for smallholder farmers. Www.Fao.Org.

Gunawan, A. (2024). Peningkatan kemampuan kemitraan dan negosiasi pada petani: studi kasus di Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi Pertanian, 38(1), 45–60.

Kementerian Pertanian RI. (2023). Pedoman penyuluhan pertanian nasional. Kementrian Pertanian RI.

Kuswandi, A. (2020). Strategi pemerintah daerah dalam pembangunan pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Agregasi: Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi, 8(2). https://doi.org/10.34010/agregasi.v8i2.3817

Lestari, H., Santosa, D., & Rahmadani, Y. (2024). Evaluasi pelatihan pertanian dan dampaknya terhadap kinerja kelompok tani. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 16(1), 71–83.

Maulana, R., Suryana, A., & Fitriani, E. (2023). Model pengembangan kapasitas SDM pertanian melalui pelatihan berbasis kompetensi. Jurnal PSDMP, 19 (2), 115–124.

Martini, N. (2022). Evaluasi program pengembangan kompetensi: pendekatan kualitatif dalam sektor pertanian. Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Keahlian, 14(2), 112–124.

Nugraha, D. (2022). Pentingnya pelatihan akuntansi dalam pengelolaan keuangan usaha pertanian. Jurnal Manajemen Keuangan Pertanian, 29(3), 75–90.

Prakoso, D., & Ardiansyah, M. (2023). Efektivitas pelatihan partisipatif dalam peningkatan kompetensi petani vanili. Jurnal Agroekoteknologi, 11(3), 89–98.

Pratama, R. (2024). Strategi pemasaran digital dalam sektor pertanian: pendekatan untuk usaha kecil dan menengah. Jurnal Pemasaran Digital, 10(4), 34–50.

Rachmawati, R., & Asyary, D. (2023). Kemitraan bisnis dalam pengembangan usaha pertanian: pelatihan untuk petani di Yogyakarta. Jurnal Agribisnis dan Manajemen, 32(1), 98–110.

Rahmadiyanti. (2021). Strategi pemulihan sektor pertanian dan pengembangan sumber pangan dalam meningkatkan perekonomian di masa pandemi. Jurnal Agroforestri Indonesia, Maret.

Sari, D., & Widodo, R. (2023). Penerapan teknologi digital dalam pelatihan petani milenial. Jurnal Agriteknologi, 14 (1), 34–42.

Tiara, D. T. (2023). Indonesian diplomacy in the russia–ukraine conflict: a study on soft-power. Journal of Political Issues, 4(2).

Tim Promosi Ekonomi Daerah (TPED) Provinsi NTB. (2022). Laporan tahunan. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

UNDP. (2009). Capacity development: A UNDP Primer. United Nations Development Programme.

Wahyuni, I. (2023). Penerapan manajemen produksi dalam budidaya tanaman vanili. Jurnal Teknologi Pertanian, 15(3), 101–113.

Wibowo, A., & Supriyadi, T. (2023). Pentingnya akuntansi dalam pengelolaan keuangan kelompok tani di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Akuntansi Pertanian, 18(2), 56–71.

Yuliana, S. (2022). Manajemen produksi dalam pertanian berkelanjutan: teknik budidaya vanili. Jurnal Pertanian Modern, 21(4), 115–130.

Yuniarti. (2024). Peningkatan kapasitas ibu hamil melalui buku KIA di kelas ibu hamil wilayah kerja Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru Tahun 2024. Health Care: Journal of Community Service, 2(2). Https://Doi.Org/10.62354/Healthcare.V2i2.52.

Yustina, I., & Darmawan, A. (2023). Peran lembaga penyuluhan dalam penguatan kelembagaan petani di era digital. Jurnal Penyuluhan Pertanian Nusantara, 8(1), 55–66.

Downloads

Published

2025-10-31

How to Cite

Model Kompetensi dan Strategi Pengembangan Kapasitas Pengurus Kelompok Tani Binaan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2025). Journal of Emerging Business Management and Entrepreneurship Studies, 5(2), 100-111. https://doi.org/10.34149/jebmes.v5i2.190